Hikmah
Senin, 16 Januari 2012
Metode Efektif untuk Anak yang Sedang Belajar Bicara
ayi belajar hal-hal dasar dari mendengar, mengerti, bicara, hingga berjalan. Anak usia sekitar 2 tahun biasanya akan mengalami perkembangan bahasa yang cukup pesat. Perkembangan anak memang terkait dengan metode pembelajaran yang digunakan.
Para peneliti telah menemukan anak-anak di bawah usia 2 tahun yang sedang belajar berbicara, biasanya menggunakan metode yang berbeda-beda. Anak sekitar usia 2 tahun biasanya akan lebih memperhatikan sekitarnya dan mulai dapat mengikuti arahan atau instruksi.
Sehingga anak-anak dengan usia tersebut seringkali meniru kata-kata atau kalimat dari orang-orang di sekitar mereka, khususnya orang-orang yang sering mereka jumpai. Anak sekitar usia 2 tahun biasanya akan mulai menggunakan bahasa yang dipelajarinya dalam percakapan singkat
Daripada mendengarkan suaranya sendiri untuk belajar bicara dan pola seperti orang dewasa, anak usia 2 tahun dapat mengandalkan orang yang diajak bicara untuk mengulangi kembali kepada anak apa yang tadi dikatakan.
Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Queen’s University.
"Kami sangat terkejut menemukan bahwa anak usia 2 tahun tidak memonitor suara mereka sendiri ketika berbicara. Anak usia 2 tahun lebih memperhatikan pengulangan kata yang diucapkan oleh orang dewasa untuk mereka," kata Ewan MacDonald, seorang profesor di Technical University of Denmark seperti dilansir Epharmapedia, Senin (16/1/2012).
Temuan penelitian menyoroti pentingnya interaksi antara balita yang sedang belajar untuk berbicara dengan pengasuh atau orang-orang di sekitar anak.
"Pengulangan kembali kata-kata atau kalimat dapat membantu anak dalam belajar bicara. Pengulangan tersebut dapat memudahkan anak untuk mengucapkan kata atau kalimat dengan tepat", kata para peneliti.
Para peneliti telah membuktikan anak dengan usia sekitar 2 tahun dan orang dewasa belajar untuk berbicara dengan memonitor suaranya sendiri. Tetapi selama ini para peneliti masih belum meneliti mengenai metode yang paling tepat digunakan untuk belajar berbicara bagi anak dengan usia sekitar 2 tahun.
Penelitian lebih lanjut sedang dikembangkan untuk menentukan metode paling efektif yang digunakan anak untuk belajar bicara.
"Perkembangan bicara merupakan masalah yang sangat rumit. Hal tersebut merupakan masalah yang tidak dapat dipecahkan dalam waktu dekat," kata Dr. MacDonald.
Hasil penelitian tersebut telah diterbitkan dalam Current Biology.
Selasa, 10 Januari 2012
PESANAN Saidina Umar Al KHATTAB
-Siapa yang menjaga percakapannya dianugerahkan kepadanya hikmah.
- Siapa yang menjaga penglihatannya kesempatan ini hati yang khusyuk.
- Siapa yang menjaga makanannya kesempatan ini kelezatan dalam beribadah.
- Siapa yang bersabar pada tes, Allah sempurnakan sabarnya lalu memasukkannya ke dalam surga mana yang dia suka.
- Siapa yang menjaga dari tertawa kesempatan ini kehebatan.
- Siapa yang menjaga dari bergurau kesempatan ini keelokan atau kemuliaan.
- Siapa yang meninggalkan cinta dunia dianugerahkan kepadanya dapat melihat kesalahan sendiri.
- Siapa yang meninggalkan kesibukan mencari kesalahan pada perbuatan Allah, dalam kesempatan ini pelepasan dari nifak.
2. Jika tidak karena takut dihisab sesungguhnya aku kepadamu membawa seekor kambing untuk dipanggang di depan pembakar roti ini.
3. Siapa takut kepada Allah SWT, niscaya marahnya tidak dapat dilihat. Dan siapa takut Allah, kehendaknya akan ditunaikan.
4. Ya Tuhan, jangan Engkau jadikan kebinasaan umat Muhammad SAW di tanganku.
5. Termaktub dalam surat khalifah Umar kepada Abu Musa Al Asyaari:
Link
Untuk Akhwat
Berikut merupakan 18 perkara penting yang wanita perlu paham tentang lelaki.
1.Jika seseorang lelaki meminati wanita, wanita itu tak semestinya cantik. Cukup dengan budi bahasa dan kesopanan yang tinggi. Malah lelaki boleh menyukai wanita yang mempunyai banyak persamaan dengannya sama ada dari segi pemikiran atau minat. Oleh itu, banyak yang boleh dibualkan atau dikongsi bersama.
2.Lelaki juga boleh menjadi seseorang yang begitu sensitif dan mengambil berat (prihatin).
3. Kebanyakan lelaki sebenarnya tidak mengetahui perasaan sebenar yang dirasakan oleh seorang wanita.
4. Lelaki boleh menerima penolakan dengan baik.
5. Lelaki cuba menonjolkan sikap kelakiannya untuk menambat hati wanita.
6. Lelaki memang dilahirkan dengan perasaan yang kuat terhadap wanita. Sebab itu mereka suka melihat dan menjeling wanita.
7. Kebanyakan lelaki resah bila berhadapan dengan situasi ingin mengajak wanita keluar buat kali pertama!.
8. Lelaki cuba meniru gaya selebriti atau berlagak macho hanya kerana ingin memikat hati wanita.
9. Bila lelaki cakap, ”Emm. tengoklah dulu” itu seringkali bermaksud dia berkata tidak atau kurang setuju.
10. Bila lelaki cakap direct to the point dalam sesuatu hal, dia sebenarnya ingin bersikap jujur dan berterus-terang dan mengharapkan wanita memahami maksudnya.
11. Adalah biasa lelaki cemburu terutamanya apabila perempuan asyik menyebut nama lelaki lain.
12. Lelaki tak boleh belajar kesemuanya mengenai perempuan dari library atau buku semata-mata. Oleh itu mereka selalu keliru dengan sikap perempuan dan tak faham kenapa perempuan bersikap begitu begini.
13. Kadang-kadang lelaki perlu mengetahui lebih mendalam tentang bagaimana berhadapan dengan perempuan supaya hubungan dapat berjalan dengan lebih baik.
14. Betapa hebatnya lelaki itu bersikap romeo dan ‘flirting’ dengan ramai wanita, dia tetap hanya ada seorang teman wanita yang istimewa. Yang lain hanya kawan.
15. Bila sesuatu hubungan putus di tengah jalan, lelaki juga rasa bersedih cuma dia tak menunjukkannya kesedihannya di depan orang.
16. Bila seorang perempuan meminati seorang lelaki, perempuan itu patut bagi hint! Mana tau lelaki itu juga menaruh minat. Senang usahanya nanti.
17. Adalah memalukan bagi lelaki jika tak berupaya menolong wanita.
18. Kebanyakan lelaki cukup lemah dengan air mata perempuan. Mereka lebih tewas sekiranya air mata itu mengalir dari perempuan yang dikasihi. Sebab itu dikatakan air mata senjata perempuan.
p/s : Lelaki bukanlah sempurna 100%. Jadi, perempuan janganlah mengharapkan semua yang hebat dari lelaki! Mereka juga normal dan mempunyai kelemahan.
Jadi terimalah kelemahan lelaki dengan perasaan terbuka. Cuba untuk lengkap melengkapi antara satu sama lain. Kalau lelaki kurang, wanita kena tambahkan. Kalau wanita kurang, lelaki kena cukup kan. Kena ada check anda balance. Baru lah aman sesuatu perhubungan.
Source Link
Pembatal Syahadat-2
1. Bertawakal dan bergantung pada selain Allah.
Allah berfirman (QS. 5 : 23):
وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“Dan hanya kepada Allah lah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.”
2. Bekerja/ beraktivitas dengan tujuan selain Allah.
Karena sebagai seorang muslim, seyogyanya kita memiliki prinsip: (QS.6:162)
قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”
3. Membuat hukum/ perundangan selain dari hukum Allah
Allah berfirman (QS. 5 : 57):
إِنِ الْحُكْمُ إِلاَّ لِلَّهِ يَقُصُّ الْحَقَّ وَهُوَ خَيْرُ الْفَاصِلِينَ
“Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik.”
4. Menjalankan hukum selain hukum Allah
Allah berfirman (QS. 5 : 44)
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ
Dan barang siapa yang tidak menughukum dengan apa yang telah ditirunkan Allah (Al-Qur’an), maka mereka itu adalah orang-orang kafir.”
5. Lebih mencintai kehidupan dunia dari pada akhirat.
Allah berfirman (QS. 14 : 2-3):
اللَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ وَوَيْلٌ لِلْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ شَدِيدٍ * الَّذِينَ يَسْتَحِبُّونَ
الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الآخِرَةِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا أُولَئِكَ فِي ضَلاَلٍ بَعِيدٍ*
“Allah yang memiliki segala apa yang di langit dan di bumi. Dan celakalah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih. (yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.”
Dalam ayat lain Allah berfirman (QS. 9 : 24) :
قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا
وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ
وَاللَّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
“Katakanlah: "Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.”
6. Mengimani sebagaina ajaran Islam dan mengkufuri (baca; tidak mengimani) sebagian yang lain.
Allah berfirman (QS. 2 : 85):
أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنْكُمْ إِلاَّ خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَى أَشَدِّ الْعَذَابِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
“Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.”
7. Menjadikan orang kafir sebagai pemimpin.
Allah berfirman (QS. 5: 51):
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ
إِنَّ اللَّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”
Hal-Hal yang Mebatalken Syahadat-1
Perkara-perkara yang membatalkan Islam
1. Terlibat pada perkara syirik atau mengadakan sekutu dalam beribadah kepada Allah.
2. Menjadikan sesuatu atau seseorang sebagai wasilah (perantara) dalam doa, syafa'at dan tawakkal.
. Tidak mengkafirkan orang-orang musyrik, menyangsikan kekafiran mereka malah membenarkan keyakinan mereka.
4. Meyakini bahawa petunjuk selain petunjuk Nabi Muhammad s.a.w. adalah lebih sempurna dan lebih baik.
5. Membenci hal-hal yang berasal daripada ajaran Rasulullah s.a.w. walaupun mengamalkannya.
6. Mengolok-olok sebagian ajaran yang dibawa Rasulullah s.a.w. seperti pahala atau balasan yang akan diterima.
7. Melakukan sihir, karena pelakunya dihukumi kafir.
8. Menyokong orang kafir serta memberikan bantuan dan pertolongan kepada orang musyrik untuk memerangi Muslimin.
9. Beranggapan bahawa manusia dengan mudah boleh terkeluar dari syari?at atau ajaran Nabi Muhammad s.a.w.
10. Berpaling dari agama Allah SWT baik kerana tidak mahu mempelajarinya atau kerana tidak mahu mengamalkannya.
11. Mengganggap suatu hukum atau undang-undang selainnya lebih baik daripada syari'at Rasulullah s.a.w. dan lebih mengutamakan hukum thaghot daripada hukum Rasulullah s.a.w. Apabila ada seseorang meyakini bahwa undang-undang yang dibuat manusia lebih utama dan lebih baik daripada syari'at Islam, maka ia telah kafir.
12. Apabila seseorang Muslim itu menganggap bahawa syari?at Islam sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman, atau bahkan beranggapan bahawa agama Islam hanya menyangkut hubungan ritual antara hamba dengan Rabbnya dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan masalah duniawi. Demikian pula apabila seseorang memandang bahawa pelaksanaan syari'at Islam, misalnya masalah rajam dan qishash, sudah tidak sesuai lagi dengan peradaban modern (atau Hak Asasi Manusia).
13. Begitu pula mereka yang beranggapan bahawa seseorang dibolehkan untuk tidak berhukum dengan hukum atau syari'at Allah SWT dalam hal kemasyarakatan dan hukum-hukum lainnya, maka ia telah kafir, meskipun belum sampai pada keyakinan bahawa hukum yang dianutnya lebih utama dari hukum Islam.
14.Bertawakal dan bergantung kepada selain daripada Allah.
15. Ingkar nikmat Allah sama ada yang terang atau yang sembunyi, yang mudah difikirkan atau yang memerlukan kajian.
16.Bekerja atau berkhidmat dengan tujuan selain daripada Allah kerana Allah tidak menyukainya.
17. Menggubal undang-undang mengikut kemahuan manusia bukan mengikut ketentuan Allah.
18. Menumpukan segala ketaatan kepada selain Allah dengan cara yang tidak disukai-Nya.
19. Menjalankan hukum selain dari hukum Allah atau tidak merujuk kepada hukum Allah dalam sesuatu perkara.
20. Benci atau menentang sesuatu perkara yang berhubung dengan Islam atau menbenci agama Islam seluruhnya.
21. Mencintai kehidupan dunia mengatasi kecintaan akhirat dan menjadikan dunia ini sebagai matlamat utama yang unggul dalam hidupnya.
22. Menghina sesuatu daripada kitab Allah atau sunnah Rasulullah s.a.w. atau orang-orang alim yang menegakkannya atau mempersendakan hukum-hukum daripada hukum Allah atau syiar-syiar Islam.
23. Menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah dan sebaliknya.
24. Tidak beriman dengan semua sumber-sumber (punca) hukum daripada kitab Allah dan As-Sunnah.
25. Melantik orang-orang kafir dan munafik menjadi pemimpin serta tidak mencintai orang-orang yang berakidah Islam dan mukmin.
26. Tidak beradab dalam pergaulan dengan Rasulullah s.a.w.
27. Rasa takut, lemah hati di dalam menegakkan Tauhidullah dan rasa lapang, terbuka dan riang dalam menegakkan perkara-perkara syirik.
28. Menyatakan bahawa al-Quran terdapat pertentangan di antara ayat yang dan isi yang terkandung di dalam ayat itu.
29.Tidak mengetahui tentang marifat Allah dan pengenalan yang jelas serta ingkar dengan sifat-sifat ketuhanan-Nya dan ingkar nama-nama-Nya.
30. Tidak mengetahui atau mengenali Rasul dengan betul atau menafikan adanya sifat-sifat yang terpuji yang diberikan oleh Allah kepadanya atau menghina sifat-sifat kepujian atau mengitiqad bahawa baginda adalah contoh utama bagi manusia.
31. Mengkafirkan orang yang mengucap dua kalimah syahadah serta tidak mengkafirkan orang yang telah ingkar syahadah dan tidak menghalalkan berperang dengan mereka.
32.Membuat sesuatu pekerjaan (ibadah) bukan kerana Allah, sujud dan tawaf berkiblatkan kepada selain Baitullah dengan niat mendekati Allah.
33. Banyak jenis syirik yang menggugurkan syahadatain yang dinamakan syirik kecil seperti mengerjakan solat kerana hendak mendapatkan pujian, bersedekah kerana sungutan orang atau supaya orang datang kepadanya seolah-olah dia berjihad iaitu supaya orang mengenang jasa dan namanya.
Dan banyak lagi yang perlu diketahui secara mendalam dan terperinci yang mesti digarap oleh setiap Muslim menerusi kuliah-kuliah akidah yang tidak boleh dipelajari secara santai, kerana ia merupakan asas dan benteng yang kuat daripada terjebak pada penentangan terhadap Allah sekali gus layak mendapat kutukan-Nya.
1. Terlibat pada perkara syirik atau mengadakan sekutu dalam beribadah kepada Allah.
2. Menjadikan sesuatu atau seseorang sebagai wasilah (perantara) dalam doa, syafa'at dan tawakkal.
. Tidak mengkafirkan orang-orang musyrik, menyangsikan kekafiran mereka malah membenarkan keyakinan mereka.
4. Meyakini bahawa petunjuk selain petunjuk Nabi Muhammad s.a.w. adalah lebih sempurna dan lebih baik.
5. Membenci hal-hal yang berasal daripada ajaran Rasulullah s.a.w. walaupun mengamalkannya.
6. Mengolok-olok sebagian ajaran yang dibawa Rasulullah s.a.w. seperti pahala atau balasan yang akan diterima.
7. Melakukan sihir, karena pelakunya dihukumi kafir.
8. Menyokong orang kafir serta memberikan bantuan dan pertolongan kepada orang musyrik untuk memerangi Muslimin.
9. Beranggapan bahawa manusia dengan mudah boleh terkeluar dari syari?at atau ajaran Nabi Muhammad s.a.w.
10. Berpaling dari agama Allah SWT baik kerana tidak mahu mempelajarinya atau kerana tidak mahu mengamalkannya.
11. Mengganggap suatu hukum atau undang-undang selainnya lebih baik daripada syari'at Rasulullah s.a.w. dan lebih mengutamakan hukum thaghot daripada hukum Rasulullah s.a.w. Apabila ada seseorang meyakini bahwa undang-undang yang dibuat manusia lebih utama dan lebih baik daripada syari'at Islam, maka ia telah kafir.
12. Apabila seseorang Muslim itu menganggap bahawa syari?at Islam sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman, atau bahkan beranggapan bahawa agama Islam hanya menyangkut hubungan ritual antara hamba dengan Rabbnya dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan masalah duniawi. Demikian pula apabila seseorang memandang bahawa pelaksanaan syari'at Islam, misalnya masalah rajam dan qishash, sudah tidak sesuai lagi dengan peradaban modern (atau Hak Asasi Manusia).
13. Begitu pula mereka yang beranggapan bahawa seseorang dibolehkan untuk tidak berhukum dengan hukum atau syari'at Allah SWT dalam hal kemasyarakatan dan hukum-hukum lainnya, maka ia telah kafir, meskipun belum sampai pada keyakinan bahawa hukum yang dianutnya lebih utama dari hukum Islam.
14.Bertawakal dan bergantung kepada selain daripada Allah.
15. Ingkar nikmat Allah sama ada yang terang atau yang sembunyi, yang mudah difikirkan atau yang memerlukan kajian.
16.Bekerja atau berkhidmat dengan tujuan selain daripada Allah kerana Allah tidak menyukainya.
17. Menggubal undang-undang mengikut kemahuan manusia bukan mengikut ketentuan Allah.
18. Menumpukan segala ketaatan kepada selain Allah dengan cara yang tidak disukai-Nya.
19. Menjalankan hukum selain dari hukum Allah atau tidak merujuk kepada hukum Allah dalam sesuatu perkara.
20. Benci atau menentang sesuatu perkara yang berhubung dengan Islam atau menbenci agama Islam seluruhnya.
21. Mencintai kehidupan dunia mengatasi kecintaan akhirat dan menjadikan dunia ini sebagai matlamat utama yang unggul dalam hidupnya.
22. Menghina sesuatu daripada kitab Allah atau sunnah Rasulullah s.a.w. atau orang-orang alim yang menegakkannya atau mempersendakan hukum-hukum daripada hukum Allah atau syiar-syiar Islam.
23. Menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah dan sebaliknya.
24. Tidak beriman dengan semua sumber-sumber (punca) hukum daripada kitab Allah dan As-Sunnah.
25. Melantik orang-orang kafir dan munafik menjadi pemimpin serta tidak mencintai orang-orang yang berakidah Islam dan mukmin.
26. Tidak beradab dalam pergaulan dengan Rasulullah s.a.w.
27. Rasa takut, lemah hati di dalam menegakkan Tauhidullah dan rasa lapang, terbuka dan riang dalam menegakkan perkara-perkara syirik.
28. Menyatakan bahawa al-Quran terdapat pertentangan di antara ayat yang dan isi yang terkandung di dalam ayat itu.
29.Tidak mengetahui tentang marifat Allah dan pengenalan yang jelas serta ingkar dengan sifat-sifat ketuhanan-Nya dan ingkar nama-nama-Nya.
30. Tidak mengetahui atau mengenali Rasul dengan betul atau menafikan adanya sifat-sifat yang terpuji yang diberikan oleh Allah kepadanya atau menghina sifat-sifat kepujian atau mengitiqad bahawa baginda adalah contoh utama bagi manusia.
31. Mengkafirkan orang yang mengucap dua kalimah syahadah serta tidak mengkafirkan orang yang telah ingkar syahadah dan tidak menghalalkan berperang dengan mereka.
32.Membuat sesuatu pekerjaan (ibadah) bukan kerana Allah, sujud dan tawaf berkiblatkan kepada selain Baitullah dengan niat mendekati Allah.
33. Banyak jenis syirik yang menggugurkan syahadatain yang dinamakan syirik kecil seperti mengerjakan solat kerana hendak mendapatkan pujian, bersedekah kerana sungutan orang atau supaya orang datang kepadanya seolah-olah dia berjihad iaitu supaya orang mengenang jasa dan namanya.
Dan banyak lagi yang perlu diketahui secara mendalam dan terperinci yang mesti digarap oleh setiap Muslim menerusi kuliah-kuliah akidah yang tidak boleh dipelajari secara santai, kerana ia merupakan asas dan benteng yang kuat daripada terjebak pada penentangan terhadap Allah sekali gus layak mendapat kutukan-Nya.
PANDUAN ADAB BERPAKAIAN WANITA
Masalah pakaian termasuk dalam masalah yang tauqifiyah, iaitu harus sesuai dengan perintah syara’ tanpa ada illat (alasan ditetapkannya). Jadi mode pakaian seorang muslimah harus sesuai dengan hukum syara’ baik yang ada di dalam Al Qur’an maupun As Sunnah. Oleh karena itu, mode busana muslimah harus memerhatikan batasan aurat, batasan mahram serta batasan tempat dimana perempuan itu berada (kehidupan khusus di dalam rumah atau kehidupan umum).
Dalam kehidupan umum, mode busana muslimah yang tercantum dalam Al Qur’an adalah gabungan antara pakaian bahagian atas iaitu tudung (hijab) (QS An Nuur: 31) dan pakaian bahagian bawah yaitu jilbab (jubah) (QS Al Ahzab: 59).
Busana muslimah harus menutupi seluruh aurat wanita. Imam Abu Dawud meriwayatkan hadith yang bersumber dari penuturan Qatadah, bahawa Nabi saw bersabda: “Jika seorang anak perempuan telah mencapai balligh (sudah haidh), tidak patut terlihat dari dirinya selain wajah dan kedua telapak tangannya (sampai pergelangan tangannya)”.
Batasan Tudung
1.Tidak boleh nipis.
Imam Malik meriwayatkan hadith dari Al Qomah dari ibunya yang berkata: “Hafshah binti Abdurrohman pernah datang kepada ‘Aisyah dengan mengenakan tudung yang nipis, maka ‘Aisyah mengoyaknya lalu menggantinya dengan tudung yang tebal”.
Bila nipis, maka harus diberi lapisan tebal dibawahnya. Diriwayatkan dari Dihya bin Khalifah lalu Al Kalbi ra yang berkata: Pernah Rasulullah saw diberi beberapa helai kain qibthi lalu beliau memberikan sehelai kepadaku. Beliau bersabda: “Koyaklah menjadi 2 lembar, lalu potong salah satu diantaranya menjadi baju. Bakinya berikan kepada isterimu untuk tudungnya”. Sewaktu Dihya pergi beliau saw bersabda: “Suruhlah isterimu membuat rangkapan kain tebal di bawah tudung itu agar tidak tampak warna kulitnya (kalau hanya kain qibthi yang tipis).
2. Menutupi juyuub (dada)
Batas minimal panjang tudung adalah menutupi juyuub. Juyuub bentuk jama’ dari jayb (kerah pakaian yang terlipat dan terbuka disekitar leher dan di atas dada pada pakaian). Panjangnya kira-kira 3 lubang kancing baju, sehingga pakaian bisa dimasuki kepala perempuan ketika mengenakan pakaian itu. Allah berfirman:
“….Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudungnya di atas juyuubnya…” (QS An Nuur: 31)
Tudung harus menutupi kepala, rambut, 2 telinga, leher dan dada (juyuub). Karena perempuan yang telah mencapai balligh maka tidak boleh memperlihatkan seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangannya (sampai pergelangan tangannya). Beliau saw kemudian melilitkan kain tersebut dengan kedua tangannya kearah pelipis (kepalanya) hingga yang nampak hanya bagian wajahnya”.
Batasan Jilbab (jubah)
Jilbab adalah pakaian muslimah untuk keluar rumah. Allah berfirman:
“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ”. (QS Al Ahzab: 59)
1.Jilbab untuk menutupi pakaian rumah (2 lapis)
Hadits dari Ummu ‘Athiyah yang berkata: “Rasulullah saw telah memerintahkan kepada kami untuk keluar (menuju lapangan) pada saat Hari Raya Idhul Fithri dan Idhul Adha, baik perempuan tua, yang sedang haid, maupun perawan. Perempuan yang sedang haid menjauh dari kerumunan orang yang solat, tetapi mereka menyaksikan kebaikan dan seruan yang ditujukan kepada kaum muslim. Aku lantas berkata: “Ya Rasulullah saw, salah seorang diantara kami tidak memiliki jilbab”. Beliau bersabda: “Hendaklah salah seorang saudaranya meminjamkan jilbabnya”.
Ketika Ummu Athiyah bertanya tentang seseorang yang tidak punya jilbab, tentu perempuan itu bukan dalam keadaan telanjang, melainkan dalam keadaan memakai pakaian yang biasa dipakai di dalam rumah (mihnah), yang tidak boleh dipakai untuk keluar rumah. Lapisan diluar ialah jilbab itu sendiri, manakala lapisan dalam ialah pakaian harian di rumah.
Terdapat riwayat dari Ibnu ‘Abbas yang menyatakan bahwa jilbab adalah kain luar yang berfungsi untuk menutupi pakaian keseharian (di dalam rumah), yang menutupi seluruh tubuh wanita dari atas sampai bawah (leher sampai kaki iaitu jubah)
2.Berbentuk satu potong terusan (bukan 2 potong).
Dalam bahasa harian, ada yang memanggilnya jubah. Allah SWT berfirman:
“…Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka)” (QS Al Ahzab: 59). Menurut Ali Manshur Nashif dalam kitab At Taaj Al Jaami’ Lil Ushulil fii Ahadits Ar Rasul, “jalaabibihinna” (dalam QS Al Ahzab: 59) adalah bentuk jamak dari jilbaab yang artinya pakaian perempuan yang dipakai di luar kerudung atau baju gamis yang berfungsi menutupi seluruh tubuh. Menurut kamus Munawir dan Al Ma’louf, jilbab diartikan jubah.
3.Berukuran luas atau lebar.
Al Jawhari dari kamus Ash Shahhab menyatakan: “Jilbab adalah kain panjang dan longgar (milhafah). Kamus Al Muhith menyatakan: “Jilbab itu laksana terowongan (sirdab) atau lorong (sinmar), yakni pakaian yang longgar bagi perempuan yang dapat menutupi pakaian keseharian (pakaian rumah)”.
4. Tidak boleh transparan, menutupi warna kulit dan menyembunyikan bentuk tubuh.
Usamah telah memberikan kain qibthiyah (jenis kain yang tipis) untuk pakaian isterinya. Rasulullah saw bersabda: “Suruhlah isterimu untuk mengenakan kain pelapis (puring) lagi dibagian dalamnya, karena sesungguhnya aku khawatir kalau sampai lekuk tubuhnya tampak (terlihat warna kulitnya)”.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda: “Perempuan yang mengenakan pakaian yang transparan, yang menyimpang dari hak dan mendorong suaminya menyimpang dari kebenaran, tidak akan masuk syurga, bahkan tidak dapat mencium baunya, sedang bau surga itu dapat ditemui dari jarak lima ratus tahun”.
5.Tidak boleh menjolok mata atau menarik perhatian.
Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang berpakaian untuk berbangga-bangga (pamer), maka di hari akhir Allah akan memakaikan kepadanya pakaian kehinaan, kemudian membakarnya bersamanya”.
6.Tidak menyerupai pakaian orang kafir.
Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa meniru atau menyerupai cara hidup suatu kaum, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka”. “Barangsiapa yang meniru cara hidup orang musyrik hingga matinya, maka dia akan dibangkitkan di hari akhir bersama-sama mereka”.
7. Tidak menyerupai pakaian lelaki.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw melaknat laki-laki yang memakai pakaian perempuan dan perempuan yang memakai pakaian laki-laki”.
8. Diulurkan ke bawah sampai menutupi kedua kakinya (irkha’).
Allah berfirman: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbab atas diri mereka” (QS Al Ahzab: 59). Ibnu Umar menuturkan: “Rasulullah saw bersabda: “Siapa saja yang mengulurkan pakaiannya karena sombong, Allah tidak akan memandangnya pada hari kiamat”. Ummu Salamah bertanya: “Apa yang harus dilakukan perempuan terhadap ujung bawah pakaiannya?” Rasulullah menjawab: “Hendaklah diulurkan sejengkal”. Ummu Salamah berkata lagi: “Kalau sudah begitu kedua kakinya masih tampak?”. Rasulullah menjawab: “Hendaklah diulurkan sehasta dan jangan ditambah”. Riwayat Imam Turmudzi dan Imam Thabrani mengatakan: “Sesungguhnya Nabi saw pernah mengukur satu jengkal buat Siti Fathimah dimulai dari kedua mata kakinya, kemudian beliau bersabda: “Inilah ujung kain seorang perempuan”.
Dalil-dalil di atas jelas menunjukkan, pemaikaian jilbab (jubah) adalah datangnya dari nas yang amat jelas iaitu AlQuran dan juga as sunnah. Ianya adalah mode pakaian orang-orang mukmin, pakaian sunnah ummul mukminin dan pakaian sunnah wanita-wanita di zaman Rasulullah saw. Ianya bukan pakaian budaya Arab yang disangka oleh kebanyakan kita.
Andainya kita tidak mahu mamakai jubah, pakailah pakaian yang menurut panduan syariat seperti tidak nipis, menyembunyikan warna kulit dan bentuk tubuh, longgar dan memakai warna dan corak baju yang tidak menarik perhatian lelaki, juga tidak boleh menyerupai pakaian lelaki atau orang kafir.
Link
Senin, 09 Januari 2012
PENGHUNI SURGA
Written by Ust. Muhaerin
Surga adalah tempat abadi yang diperuntukkan bagi hamba-hamba Allah yang terbaik setelah mereka berhasil menjalankan ujian-ujian selama didunia, dilengkapi dengan segala keindahan, kesenangan, kemewahan dan lain-lain yang melebihi dari kesenangan dunia.
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِين
Dan segeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga itu disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa (QS : Ali Imron : 113)
Dan kebalikan surga adalah neraka yang Allah sediakan bagi orang-orang yang berdosa (melanggar aturan Allah)
Orang yang pertama masuk surga
اَنَا اَوَّلُ مِنْ يَفْتَحُ الْجَنَّةَ اِلَّا اَنَّ امْرَاَةً تُبَادِرُنِيْ ، فَاَقُوْلُ لَهَا : مَالَكِ وَمَنْ اَنْتِ ؟ فَتَقُوْلُ : اَنَا امْرَاَةٌ فَعَدْتُ عَلَى يَتَمَى
Saya adalah orang yang pertama kali membuka pintu surga , namun aku didahului oleh seorang wanita, saya tanyakan padanya: kenapa kamu mendahuluiku dan siapa kamu ? wanita tersebut menjelaskan “saya adalah wanita yang mengurus anak yatim (HR : Tirmidzi . dari Ibnu Abbas)
Hadits tersebut menjelaskan bahwa orang yang pertama masuk surga adalah Nabi Muhammad SAW. Dan hadits tersebut juga menjelaskan kelebihan mengurus/merawat anak yatim, seandainya tidak ada Nabi mungkin pengurus anak yatim itu yang akan duluan masuk surga
Orang yang masuk surga tanpa hisab
Dalam hadits riwayat Bukhori Muslim bahwa ada tujuh puluh ribu orang masuk surga tanpa hisab
لَيَدْخُلُنَّ الْجَنَّةَ مِنْ اُمَّتِيْ زُمْرَةٌ ، هُمْ سَبْعُوْنَ اَلْفًا مِنْ غَيْرِ حِسَابٍ اَوْ سَبْعُمائِةِ اَلْفًا اَخِذِ بَعْضُهُمْ بَعْضَهُمْ حَتَّى يَدْخُلَ اَوَّلُهُمْ وَاَخِرُهُمْ الْجَنَّةَ ، وُجُوْهُهُمْ عَلَى صُوْرَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ
Pasti masuk surga diantara umatku yang berjumlah tujuh puluh ribu orang tanpa hisab atau tujuh ratus ribu orang, mereka saling bergandeng tangan hingga masuk surga semuanya, wajah mereka seperti bulan saat purnama (HR: Bukhori-Muslim dari Sahl bin Sa’ad)
Orang yang terakhir masuk surga
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «يَدْخُلُ أَهْلُ الجَنَّةِ الجَنَّةَ، وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ» ، ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: «أَخْرِجُوا مِنَ النَّارِ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ. فَيُخْرَجُونَ مِنْهَا قَدِ اسْوَدُّوا، فَيُلْقَوْنَ فِي نَهَرِ الحَيَا
Dari Abi Sa’id Alkhudri ra, dari Nabi SAW bersabda : ahli surga akan masuk ke surga, dan ahli neraka akan masuk neraka, kemudian Allah ta’ala berfirman : keluarlah kamu dari neraka bagi siapa saja yang ada dalam hatinya sebesar biji sawi dari keimanan, lalu keluarlah mereka dari neraka itu sungguh dengan keadaan wajah yang sangat hitam, lalu mencucinya di sungai kehidupan.(HR :Bukhori-Musli m)
Dengan dua keterangan diatas bahwa orang yang masuk surga itu ada yang langsung dan ada juga yang diproses dulu di neraka.
Ukuran badan dan usia penghuni surga
يَدْخُلُ اَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ عَلَى طُوْلِ آدَمَ سِتِّيْنَ ذِرَاعًا بِذِرَاعِ الْمَلِكِ ، عَلَى حُسْنِ يُوْسُفَ ، وَعَلَى مِيْلَادِ عِيْسَى ثَلَاثٍ وَثَلَاثِيْنَ سَنضةً ، وَعَلَى لِسَانِ مُحَمَّدٍ ، مُرْدٌ مُكَحَّلُوْنَ
Penghuni surga masuk surga dengan ketinggian Adam, yaitu enam puluh hasta, dengan hasta ukuran orang besar, dengan wajah tampan setampan Yusuf, seusianya Isa, tiga puluh tahun, lidahnya fasih sepasih Muhammad, belum berjenggot dan berambut pendek. (HR : Muslim dari Anas bin Malik)
Tipe-tipe penghuni Surga
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (134) وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ (135) أُولَئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ (136)
Dan bersegeralah kalian menuju ampunan Tuhan kalian dan surga itu luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. Yaitu orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik pada waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. Dan juga orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri , mereka ingat kepada Allah, lalu memohon ampunan tergadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itulah balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal (QS : Ali Imron : 133 – 136)
Surga terdiri dari seratus tingkatan
اِنَّ فِى الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ ، وَلَوْ اَنَّ الْعَالَمِيْنَ اِجْتَمَعُوْا فِى اِحْدَهُنَّ وَسِعَتْهُمْ
Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat seratus tingkatan , jika seluruh alam semesta berkumpul disalah satu tingkatan tersebut, maka satu tingkatan tersebut cukup untuk menampung mereka (HR : Ahmada . dari Sa’id Alkhudri)
اِنَّ فِى الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ اَعَدَّهَا اللهُ لِلْمُجَاهِدِيْنَ فِى سَبِيْلِهِ ، بَيْنَ كُلِّ دَرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْاَرْضِ ، فِاِذَا سَاَلْتُمُ اللهَ فَاسْأَلُوْا الْفِرْدَوْسَ ، فَاِنَّهُ وَسَطُ الْجَنَّةِ وَاَعْلَى الْجَنَّةِ وَفَوْقَهُ عَرْشَ الرَّحْمَانِ ، وَمِنْهُ تُفَجِّرُ اِنْهَارُ الْجَنَّةِ
Sesungguhnya di dalam surga terdapat seratus tingkatan yang disediakan Allah bagi para mujahidin di jalan-Nya, jarak antara satu tingkatan dengan tingkatan lainnya adalah seperti jarak antara langit dengan bumi , maka jika kalian meminta kepada Allah, maka mintalah surga Firdaus, karena surga Firdaus adalah yang paling baik dan paling tinggi , diatasnya terdapat arasy Arrohman dari situ pula sungai-sungai surga mengalir (HR : Bukhori, tirmidzi)
Penghuni Surga yang paling bawah
سَاَلَ مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ رَبَّهُ مَا اَدْنَى اَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً ؟ قَالَ : هُوَ رَجُلٌ يَجِيْئُ بَعْدَ مَا دَخَلَ اَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ فَيُقَالُ لَهُ : اُدءخُلِ الْجَنّةَ ، فَيَقُوْلُ : رَبِّ كَيْفَ وَقَدْ نَزَلَ النَّاسُ مَنَازِلَهُمْ وَاَخَذُوْا اَخَذَتِهِمْ ؟ فَيُقَالُ لَهُ : اَتَرْضَى اَنْ يَكُوْنَ لَكَ مِثْلُ مُلْكِ مِنْ مُلُوْكِ الدُّنْيَا ؟ فَيَقُوْلُ : رَضِيْتُ رَبِّ فَيَقُوْلُ لَهُ : لَكَ ذَلِكَ وَمِثْلُهُ وَمِثْلُهُ وَمِثْلُهُ ، فَقَالَ فِى الْخَامِسَةِ : رَضِيْتُ رَبِّ ، قَالَ : رَبِّ فَاَعْلَاهُمْ مَنْزِلَةً ؟ قَالَ : اُولئِكَ الَّذِيْنَ اَرَدْتُ غَرَسْتُ كَرِامَتَهُمْ بِيَدِيْ وَخَتَمْتُ عَلَيْهَا فَلَمْ تَرَ عَيْنٌ ، وَلَمْ تَسْمَعْ اُذُنٌ ، وَلَمْ يَخْطُرْ عَلَى قَلْبٍ بَشَرٍ ، وَمِصْدَاقُهُ فِى كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَزَلَّ (فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَااُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ اَعْيُنٍ)
Musa alaihissalam bertanya kepada Tuhannya , bagaimana rumah penghuni surga yang paling rendah? Allah berfirman : seorang laki-laki datang setelah para penghuni surga masuk kedalam surga, dikatakan padanya, masuklah kedalam surga! Ia berkata : Tuhanku bagaimana aku harus masuk sementara seluruh manusia telah menempati rumahnya masing-masing ? Allah berfirman : Maukah engkau diberi keni’matan sebanyak yang dimilki salah seorang raja dibumi? Orang itu menjawab aku mau wahai Tuhanku, Allah berfirman padanya lagi : apakah engkau mau diberi lima kali lipat lebih banyak dariyang dia miliki? Untuk kelima kalinya orang itu menjawab : aku mau wahai Tuhanku . Musa alaihissalam bertanya lagi, kemudian mereka yang paling tinggi rumahnya ? Allah berfirman : itulah yang Aku kehendaki, Aku tanam kemuliaan mereka dengan tangan-Ku sendiri dan memberi cap diatasnya, Ia tidak pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dan terbayang dalam hati manusia, bukti penguat dari dari itu semua adalah firman Allah ‘azza wajalla “Maka tidak seorangpun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam keni’matan) yang menyejukan pandangan mata (QS: Assajdah : 17) (HR : Muslim)
Selanjutnya dalam sebuah hadit dari Abu Umamah Rosulallah SAW bersabda :
اِنَّ اَدْنَى اَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةَ الَّذِيْ لَهُ ثَمَانُوْنَ اَلْفَ خَادِمٍ وَاثْنَتَانِ وَسَبْعُوْنَ زَوْجَةً ، وَتُنْصَبُ لَهُ قُبَّةٌ مِنْ لُؤْلُؤٍ وَيَاقُوْتٍ وَزَبَرْجَدٍ ، كَمَا بَيْنَ الْجَابِيَةِ وَصَنْعَاءُ
Sesungguhnya penghuni surga yang paling bawah kelasnya adalah orang yang mempunyai delapan puluh ribu pelayan dan tujuh puluh dua istri, untuknya dibangun kubah dari mutiara lu’lu’, mutiara yakut dan mutiara zabarjad sejauh antara kota Aljabiyah dengan Shon’a
Demikianlah diantara pasilitas yang disediakan untuk penghuni surga yang paling bawah tentu masih banyak pasilitas-pasilitas yang lain yang tidak mungkin diterangkan satu persatu, dan akhirnya kitapun tidak bisa membayangkan bagaimana keni’matan-keni’matan bagi penghuni surga yang atas, kalau yang paling bawahnya saja sudah selengkap dan seni’mat itu.
Bidadari di Surga
وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا قَالُوا هَذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Dan sampaikan berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat bai, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai didalamnya, setiap mereka diberi rizqi buah-buahan dalam surga itu, mereka mengatakan; inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu, mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka didalmnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal didalamnya (QS : Albaqoroh : 25)
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam tempat yang aman, yaitu didalam taman-taman dan mata air-mata air, mereka memakai sutra yang halus dan sutra yang tebal, duduk berhadap-hadapan. Demikianlah, dan Kami berikan kepada mereka bidadari-bidadari yang bermata jelita. Dan didalamnya mereka meminta segala macam-buah-buahan dengan (dari segala kekhawatiran), mereka tidak merasakan mati didalmnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka, sebagai karunia dari Tuhanmu, yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar (QS : Addukhon : 51-56)
Didalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik (QS : Arrohman : 70)
Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya, (Kami menciptakan mereka) untuk golongan kanan (QS : Alwaqiah : 35 – 38)
Bidadari yang berasal dari Dunia akan melebihi kecantikannya dari bidadari yang Allah sudah sediakan di surga
.....قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ نِسَاءُ الدُّنْيَا اَفْضَلُ اَمِ الْحُوْرُ الْعِيْنُ ؟ قَالَ : بَلْ نِسَاءُ الدُّنْيَا اَفْضَلُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ كَفَضْلِ الظَّهَارَةِ عَلَى الْبِطَانَةِ . قُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ وَبِمَا ذلِكَ ؟ قَالَ : بِصَلَاتِهِنَّ وَصِيَامِهِنَّ وَعِبَادَتِهِنَّ اللهَ تَعَالَى ، ....
Aku (Ummu Salamah) bertanya : wahai Rosulallah ! manakah yang lebih baik antara wanita-wanita dunia dan bidadari-bidadari yang bermata jelita ? Rosul menjawab : wanita-wanita dunia lebih baik ketimbang bidadari-bidadari yang bermata jelita sebagaimana bagian luar itu lebih baik daripada bagian dalam, aku berkata : wahai Rosulallah ! apa yang menyebabkan wanita-wanita dunia lebih baik ketimbang bidadari-bidadari yang bermata jelita ? Rosulallah menjawab : yang membuat wanita-wanita dunia lebih baik ketimbang bidadari-bidadari yang bermata jelita adalah ; sholatnya, shaumnya, dan ibadahnya kepada Allah ta’ala ...
Mengingat perempuan yang berasal dari dunia jika ia masuk surga maka kecantikannya akan melebihi bidadari yang ada di surga, artinya bidadari disurga itu ada dua macam, yaitu; bidadari yang berasal dari dunia dan ada juga bidadari yang sudah Allah siapkan disana. Jika ada suami istri masuk surga maka istrinya itu akan lebih cantik dibanding dengan bidadari lainnya yang disediakan untuk suami tersebut. Dan insya Allah si istrinyapun tidak akan merasa benci terhadap bidadari-bidadari itu, karena penghuni surga itu sudah Allah hilangkan rasa bencinya, Allah berfirman :
وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ
Dan Kami hilangkan dalam hati-hati mereka dari rasa benci di Surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai .... (QS : Al-‘Arof : 43)
Hubungan seksual Penghuni Surga
Mengingat penghuni surga itu disediakan bidadari-bidadari maka Allah-pun memberikan kekuatan seks terhadap mereka, sebagaimana di terang kan oleh Rosulallah SAW ketika beliau ditanya oleh seorang Shohabat :
يَا رَسُوْلَ اللهِ ، هَلْ نَصِلُ اِلَى نِسَائِنَا فِى الْجَنَّةِ ؟ فَقَالَ : اِنَّ الرَّجُلَ لَيُصِلُ فِى الْيَوْمِ اِلَى مِائَةِ عَذْرَاءَ
Wahai Rosulallah , apakah di surga kita bisa menggauli istri-istri kita ? maka Rosulallah bersabda : sesungguhnya seorang laki-laki di surga sanggup menggauli seratus perawan – perawan muda (HR : Thobroni)
يَا رَسُوْلَ اللهِ ، اَنَفْضِى اِلَى نِسَائِنَا فِى الْجَنَّةِ ؟ قَالَ : اِنَّ الرَّجُلَ لَيُصِلُ فِى الْيَوْمِ اِلَى مِائَةِ عَذْرَاءَ
Wahai Rosulallah , apakah di surga kita bisa menggauli istri-istri kita ? maka Rosulallah bersabda : sesungguhnya seorang suami di surga dalam sehari sanggup menggauli seratus perawan – perawan muda (HR : Tirmidzi)
Demikian kisah singkat berkenaan dengan penghuni surga, insya Allah kitapun yaqin bahwa masih amat banyak keni’matan-keni’matan yang ada disurga selain yang ditulis diatas tadi, karena Allah-pun berfirman :
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Maka tidak ada seorangpun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam ni’mat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan (QS : Assajdah : 17)
قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ : اَعْدَدْتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِيْنَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ ، وَلَا اُذُنٌ سَمِعَتْ ، وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبٍ بَشَرٍ ، مِصْدَاقُ ذلِكَ فِى كِتَابِ اللهِ (فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا اُخْفِى لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Allah azza wa jalla berfirman : telah Aku siapkan untuk hamba-hamba-Ku yang sholih apa yang tidak pernah dilihat oleh mata dan didengar telinga serta terlintas dalam benak manusia, sebagaimana dibenarkan dalam kitab Allah : (Maka tidak ada seorangpun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam ni’mat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan)
Wallahu ‘alam bishowab
Link Sumber
Langganan:
Postingan (Atom)






