Hikmah


Orang taat bukan berarti tidak ada keinginan maksiat. Hanya saja nafsu maksiatnya dikalahkan oleh rasa TAKUTnya kepada ALLAH (QS35:28) Demikian pula orang yg maksiat, bukan berarti tak ada iman. Hanya saja imannya dikalahkan oleh nafsu durjananya (QS12:53

Selasa, 10 Januari 2012

PANDUAN ADAB BERPAKAIAN WANITA





Masalah pakaian termasuk dalam masalah yang tauqifiyah, iaitu harus sesuai dengan perintah syara’ tanpa ada illat (alasan ditetapkannya). Jadi mode pakaian seorang muslimah harus sesuai dengan hukum syara’ baik yang ada di dalam Al Qur’an maupun As Sunnah. Oleh karena itu, mode busana muslimah harus memerhatikan batasan aurat, batasan mahram serta batasan tempat dimana perempuan itu berada (kehidupan khusus di dalam rumah atau kehidupan umum).


Dalam kehidupan umum, mode busana muslimah yang tercantum dalam Al Qur’an adalah gabungan antara pakaian bahagian atas iaitu tudung (hijab) (QS An Nuur: 31) dan pakaian bahagian bawah yaitu jilbab (jubah) (QS Al Ahzab: 59).


Busana muslimah harus menutupi seluruh aurat wanita. Imam Abu Dawud meriwayatkan hadith yang bersumber dari penuturan Qatadah, bahawa Nabi saw bersabda: “Jika seorang anak perempuan telah mencapai balligh (sudah haidh), tidak patut terlihat dari dirinya selain wajah dan kedua telapak tangannya (sampai pergelangan tangannya)”.


Batasan Tudung


1.Tidak boleh nipis.


Imam Malik meriwayatkan hadith dari Al Qomah dari ibunya yang berkata: “Hafshah binti Abdurrohman pernah datang kepada ‘Aisyah dengan mengenakan tudung yang nipis, maka ‘Aisyah mengoyaknya lalu menggantinya dengan tudung yang tebal”.


Bila nipis, maka harus diberi lapisan tebal dibawahnya. Diriwayatkan dari Dihya bin Khalifah lalu Al Kalbi ra yang berkata: Pernah Rasulullah saw diberi beberapa helai kain qibthi lalu beliau memberikan sehelai kepadaku. Beliau bersabda: “Koyaklah menjadi 2 lembar, lalu potong salah satu diantaranya menjadi baju. Bakinya berikan kepada isterimu untuk tudungnya”. Sewaktu Dihya pergi beliau saw bersabda: “Suruhlah isterimu membuat rangkapan kain tebal di bawah tudung itu agar tidak tampak warna kulitnya (kalau hanya kain qibthi yang tipis).


2. Menutupi juyuub (dada)


Batas minimal panjang tudung adalah menutupi juyuub. Juyuub bentuk jama’ dari jayb (kerah pakaian yang terlipat dan terbuka disekitar leher dan di atas dada pada pakaian). Panjangnya kira-kira 3 lubang kancing baju, sehingga pakaian bisa dimasuki kepala perempuan ketika mengenakan pakaian itu. Allah berfirman: 


“….Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudungnya di atas juyuubnya…” (QS An Nuur: 31)


Tudung harus menutupi kepala, rambut, 2 telinga, leher dan dada (juyuub). Karena perempuan yang telah mencapai balligh maka tidak boleh memperlihatkan seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangannya (sampai pergelangan tangannya). Beliau saw kemudian melilitkan kain tersebut dengan kedua tangannya kearah pelipis (kepalanya) hingga yang nampak hanya bagian wajahnya”.


Batasan Jilbab (jubah)


Jilbab adalah pakaian muslimah untuk keluar rumah. Allah berfirman:






“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ”. (QS Al Ahzab: 59)


1.Jilbab untuk menutupi pakaian rumah (2 lapis)


Hadits dari Ummu ‘Athiyah yang berkata: “Rasulullah saw telah memerintahkan kepada kami untuk keluar (menuju lapangan) pada saat Hari Raya Idhul Fithri dan Idhul Adha, baik perempuan tua, yang sedang haid, maupun perawan. Perempuan yang sedang haid menjauh dari kerumunan orang yang solat, tetapi mereka menyaksikan kebaikan dan seruan yang ditujukan kepada kaum muslim. Aku lantas berkata: “Ya Rasulullah saw, salah seorang diantara kami tidak memiliki jilbab”. Beliau bersabda: “Hendaklah salah seorang saudaranya meminjamkan jilbabnya”.


Ketika Ummu Athiyah bertanya tentang seseorang yang tidak punya jilbab, tentu perempuan itu bukan dalam keadaan telanjang, melainkan dalam keadaan memakai pakaian yang biasa dipakai di dalam rumah (mihnah), yang tidak boleh dipakai untuk keluar rumah. Lapisan diluar ialah jilbab itu sendiri, manakala lapisan dalam ialah pakaian harian di rumah.


Terdapat riwayat dari Ibnu ‘Abbas yang menyatakan bahwa jilbab adalah kain luar yang berfungsi untuk menutupi pakaian keseharian (di dalam rumah), yang menutupi seluruh tubuh wanita dari atas sampai bawah (leher sampai kaki iaitu jubah)


2.Berbentuk satu potong terusan (bukan 2 potong).


Dalam bahasa harian, ada yang memanggilnya jubah. Allah SWT berfirman:


“…Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka)” (QS Al Ahzab: 59). Menurut Ali Manshur Nashif dalam kitab At Taaj Al Jaami’ Lil Ushulil fii Ahadits Ar Rasul, “jalaabibihinna” (dalam QS Al Ahzab: 59) adalah bentuk jamak dari jilbaab yang artinya pakaian perempuan yang dipakai di luar kerudung atau baju gamis yang berfungsi menutupi seluruh tubuh. Menurut kamus Munawir dan Al Ma’louf, jilbab diartikan jubah.


3.Berukuran luas atau lebar.


Al Jawhari dari kamus Ash Shahhab menyatakan: “Jilbab adalah kain panjang dan longgar (milhafah). Kamus Al Muhith menyatakan: “Jilbab itu laksana terowongan (sirdab) atau lorong (sinmar), yakni pakaian yang longgar bagi perempuan yang dapat menutupi pakaian keseharian (pakaian rumah)”.


4. Tidak boleh transparan, menutupi warna kulit dan menyembunyikan bentuk tubuh.


Usamah telah memberikan kain qibthiyah (jenis kain yang tipis) untuk pakaian isterinya. Rasulullah saw bersabda: “Suruhlah isterimu untuk mengenakan kain pelapis (puring) lagi dibagian dalamnya, karena sesungguhnya aku khawatir kalau sampai lekuk tubuhnya tampak (terlihat warna kulitnya)”.


Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda: “Perempuan yang mengenakan pakaian yang transparan, yang menyimpang dari hak dan mendorong suaminya menyimpang dari kebenaran, tidak akan masuk syurga, bahkan tidak dapat mencium baunya, sedang bau surga itu dapat ditemui dari jarak lima ratus tahun”.


5.Tidak boleh menjolok mata atau menarik perhatian.


Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang berpakaian untuk berbangga-bangga (pamer), maka di hari akhir Allah akan memakaikan kepadanya pakaian kehinaan, kemudian membakarnya bersamanya”.


6.Tidak menyerupai pakaian orang kafir.


Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa meniru atau menyerupai cara hidup suatu kaum, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka”. “Barangsiapa yang meniru cara hidup orang musyrik hingga matinya, maka dia akan dibangkitkan di hari akhir bersama-sama mereka”.


7. Tidak menyerupai pakaian lelaki.


Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw melaknat laki-laki yang memakai pakaian perempuan dan perempuan yang memakai pakaian laki-laki”.


8. Diulurkan ke bawah sampai menutupi kedua kakinya (irkha’).


Allah berfirman: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbab atas diri mereka” (QS Al Ahzab: 59). Ibnu Umar menuturkan: “Rasulullah saw bersabda: “Siapa saja yang mengulurkan pakaiannya karena sombong, Allah tidak akan memandangnya pada hari kiamat”. Ummu Salamah bertanya: “Apa yang harus dilakukan perempuan terhadap ujung bawah pakaiannya?” Rasulullah menjawab: “Hendaklah diulurkan sejengkal”. Ummu Salamah berkata lagi: “Kalau sudah begitu kedua kakinya masih tampak?”. Rasulullah menjawab: “Hendaklah diulurkan sehasta dan jangan ditambah”. Riwayat Imam Turmudzi dan Imam Thabrani mengatakan: “Sesungguhnya Nabi saw pernah mengukur satu jengkal buat Siti Fathimah dimulai dari kedua mata kakinya, kemudian beliau bersabda: “Inilah ujung kain seorang perempuan”.


Dalil-dalil di atas jelas menunjukkan, pemaikaian jilbab (jubah) adalah datangnya dari nas yang amat jelas iaitu AlQuran dan juga as sunnah. Ianya adalah mode pakaian orang-orang mukmin, pakaian sunnah ummul mukminin dan pakaian sunnah wanita-wanita di zaman Rasulullah saw. Ianya bukan pakaian budaya Arab yang disangka oleh kebanyakan kita.


Andainya kita tidak mahu mamakai jubah, pakailah pakaian yang menurut panduan syariat seperti tidak nipis, menyembunyikan warna kulit dan bentuk tubuh, longgar dan memakai warna dan corak baju yang tidak menarik perhatian lelaki, juga tidak boleh menyerupai pakaian lelaki atau orang kafir.

Link

Senin, 09 Januari 2012

PENGHUNI SURGA




Written by Ust. Muhaerin

Surga adalah tempat  abadi yang diperuntukkan bagi hamba-hamba Allah yang terbaik setelah mereka berhasil menjalankan ujian-ujian selama didunia, dilengkapi dengan segala keindahan, kesenangan, kemewahan dan lain-lain yang melebihi dari kesenangan dunia.

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِين
Dan segeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga itu disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa (QS : Ali Imron : 113)


Dan kebalikan surga adalah neraka yang Allah sediakan bagi orang-orang yang berdosa (melanggar aturan Allah)


Orang yang pertama masuk surga

اَنَا اَوَّلُ مِنْ يَفْتَحُ الْجَنَّةَ اِلَّا اَنَّ امْرَاَةً تُبَادِرُنِيْ ، فَاَقُوْلُ لَهَا : مَالَكِ وَمَنْ اَنْتِ ؟ فَتَقُوْلُ : اَنَا امْرَاَةٌ فَعَدْتُ عَلَى يَتَمَى
Saya adalah orang yang pertama kali membuka pintu surga , namun aku didahului oleh seorang wanita, saya tanyakan padanya: kenapa kamu mendahuluiku dan siapa kamu ? wanita tersebut menjelaskan “saya adalah wanita yang mengurus anak yatim (HR : Tirmidzi . dari Ibnu Abbas)


Hadits tersebut menjelaskan bahwa orang yang pertama masuk surga adalah Nabi Muhammad SAW. Dan hadits tersebut juga menjelaskan kelebihan mengurus/merawat anak yatim, seandainya tidak ada Nabi mungkin pengurus anak yatim itu yang akan duluan masuk surga


Orang yang masuk surga tanpa hisab


Dalam hadits riwayat Bukhori Muslim bahwa ada tujuh puluh ribu orang masuk surga tanpa hisab

لَيَدْخُلُنَّ الْجَنَّةَ مِنْ اُمَّتِيْ زُمْرَةٌ ، هُمْ سَبْعُوْنَ اَلْفًا مِنْ غَيْرِ حِسَابٍ اَوْ سَبْعُمائِةِ اَلْفًا اَخِذِ بَعْضُهُمْ بَعْضَهُمْ حَتَّى يَدْخُلَ اَوَّلُهُمْ وَاَخِرُهُمْ الْجَنَّةَ ، وُجُوْهُهُمْ عَلَى صُوْرَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ
Pasti masuk surga diantara umatku yang berjumlah tujuh puluh ribu orang tanpa hisab atau tujuh ratus ribu orang, mereka saling bergandeng tangan hingga masuk surga semuanya, wajah mereka seperti bulan saat purnama (HR: Bukhori-Muslim dari Sahl bin Sa’ad)


Orang yang terakhir masuk surga

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «يَدْخُلُ أَهْلُ الجَنَّةِ الجَنَّةَ، وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ» ، ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: «أَخْرِجُوا مِنَ النَّارِ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ. فَيُخْرَجُونَ مِنْهَا قَدِ اسْوَدُّوا، فَيُلْقَوْنَ فِي نَهَرِ الحَيَا
Dari Abi Sa’id Alkhudri ra, dari Nabi SAW bersabda : ahli surga akan masuk ke surga, dan ahli neraka akan masuk neraka, kemudian Allah ta’ala berfirman : keluarlah kamu dari neraka bagi siapa saja yang ada dalam hatinya sebesar biji sawi dari keimanan, lalu keluarlah mereka dari neraka itu sungguh dengan keadaan wajah yang sangat hitam, lalu mencucinya di sungai kehidupan.(HR :Bukhori-Musli m)


Dengan dua keterangan diatas bahwa orang yang masuk surga itu ada yang langsung dan ada juga yang diproses dulu di neraka.


Ukuran badan dan usia penghuni surga

يَدْخُلُ اَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ عَلَى طُوْلِ آدَمَ سِتِّيْنَ ذِرَاعًا بِذِرَاعِ الْمَلِكِ ، عَلَى حُسْنِ يُوْسُفَ ، وَعَلَى مِيْلَادِ عِيْسَى ثَلَاثٍ وَثَلَاثِيْنَ سَنضةً ، وَعَلَى لِسَانِ مُحَمَّدٍ ، مُرْدٌ مُكَحَّلُوْنَ
Penghuni surga masuk surga dengan ketinggian Adam, yaitu enam puluh hasta, dengan hasta ukuran orang besar, dengan wajah tampan setampan Yusuf, seusianya Isa, tiga puluh tahun, lidahnya fasih sepasih Muhammad, belum berjenggot dan berambut pendek. (HR : Muslim dari Anas bin Malik)


Tipe-tipe penghuni Surga

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (134) وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ (135) أُولَئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ (136)
Dan bersegeralah kalian menuju ampunan Tuhan kalian dan surga itu luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. Yaitu orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik pada waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. Dan juga orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri , mereka ingat kepada Allah, lalu memohon ampunan tergadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itulah balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal (QS : Ali Imron : 133 – 136)

Surga terdiri dari seratus tingkatan
اِنَّ فِى الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ ، وَلَوْ اَنَّ الْعَالَمِيْنَ اِجْتَمَعُوْا فِى اِحْدَهُنَّ وَسِعَتْهُمْ
Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat seratus tingkatan , jika seluruh alam semesta berkumpul disalah satu tingkatan tersebut, maka satu tingkatan tersebut cukup untuk menampung mereka (HR : Ahmada . dari Sa’id Alkhudri)

اِنَّ فِى الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ اَعَدَّهَا اللهُ لِلْمُجَاهِدِيْنَ فِى سَبِيْلِهِ ، بَيْنَ كُلِّ دَرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْاَرْضِ ، فِاِذَا سَاَلْتُمُ اللهَ فَاسْأَلُوْا الْفِرْدَوْسَ ، فَاِنَّهُ وَسَطُ الْجَنَّةِ وَاَعْلَى الْجَنَّةِ وَفَوْقَهُ عَرْشَ الرَّحْمَانِ ، وَمِنْهُ تُفَجِّرُ اِنْهَارُ الْجَنَّةِ
Sesungguhnya di dalam surga terdapat seratus tingkatan yang disediakan Allah bagi para mujahidin di jalan-Nya, jarak antara satu tingkatan dengan tingkatan lainnya adalah seperti jarak antara langit dengan bumi , maka jika kalian meminta kepada Allah, maka mintalah surga Firdaus, karena surga Firdaus adalah yang paling baik dan paling tinggi , diatasnya terdapat arasy Arrohman dari situ pula sungai-sungai surga mengalir (HR : Bukhori, tirmidzi)

Penghuni Surga yang paling bawah


سَاَلَ مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ رَبَّهُ مَا اَدْنَى اَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً ؟ قَالَ : هُوَ رَجُلٌ يَجِيْئُ بَعْدَ مَا دَخَلَ اَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ فَيُقَالُ لَهُ : اُدءخُلِ الْجَنّةَ ، فَيَقُوْلُ : رَبِّ كَيْفَ وَقَدْ نَزَلَ النَّاسُ مَنَازِلَهُمْ وَاَخَذُوْا اَخَذَتِهِمْ ؟ فَيُقَالُ لَهُ : اَتَرْضَى اَنْ يَكُوْنَ لَكَ مِثْلُ مُلْكِ مِنْ مُلُوْكِ الدُّنْيَا ؟ فَيَقُوْلُ : رَضِيْتُ رَبِّ فَيَقُوْلُ لَهُ : لَكَ ذَلِكَ وَمِثْلُهُ وَمِثْلُهُ وَمِثْلُهُ ، فَقَالَ فِى الْخَامِسَةِ : رَضِيْتُ رَبِّ ، قَالَ : رَبِّ فَاَعْلَاهُمْ مَنْزِلَةً ؟ قَالَ : اُولئِكَ الَّذِيْنَ اَرَدْتُ غَرَسْتُ كَرِامَتَهُمْ بِيَدِيْ وَخَتَمْتُ عَلَيْهَا فَلَمْ تَرَ عَيْنٌ ، وَلَمْ تَسْمَعْ اُذُنٌ ، وَلَمْ يَخْطُرْ عَلَى قَلْبٍ بَشَرٍ ، وَمِصْدَاقُهُ فِى كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَزَلَّ (فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَااُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ اَعْيُنٍ)
Musa alaihissalam bertanya kepada Tuhannya , bagaimana rumah penghuni surga yang paling rendah? Allah berfirman : seorang laki-laki datang setelah para penghuni surga masuk kedalam surga, dikatakan padanya, masuklah kedalam surga! Ia berkata : Tuhanku bagaimana aku harus masuk sementara seluruh manusia telah menempati rumahnya masing-masing ? Allah berfirman : Maukah engkau diberi keni’matan sebanyak yang dimilki salah seorang raja dibumi? Orang itu menjawab aku mau wahai Tuhanku, Allah berfirman padanya lagi : apakah engkau mau diberi lima kali lipat lebih banyak dariyang dia miliki? Untuk kelima kalinya orang itu menjawab : aku mau wahai Tuhanku . Musa alaihissalam bertanya lagi, kemudian mereka yang paling tinggi rumahnya ? Allah berfirman : itulah yang Aku kehendaki, Aku tanam kemuliaan mereka dengan tangan-Ku sendiri dan memberi cap diatasnya, Ia tidak pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dan terbayang dalam hati manusia, bukti penguat dari dari itu semua adalah firman Allah ‘azza wajalla “Maka tidak seorangpun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam keni’matan) yang menyejukan pandangan mata (QS: Assajdah : 17) (HR : Muslim)


Selanjutnya dalam sebuah hadit dari Abu Umamah Rosulallah SAW bersabda :


اِنَّ اَدْنَى اَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةَ الَّذِيْ لَهُ ثَمَانُوْنَ اَلْفَ خَادِمٍ وَاثْنَتَانِ وَسَبْعُوْنَ زَوْجَةً ، وَتُنْصَبُ لَهُ قُبَّةٌ مِنْ لُؤْلُؤٍ وَيَاقُوْتٍ وَزَبَرْجَدٍ ، كَمَا بَيْنَ الْجَابِيَةِ وَصَنْعَاءُ
Sesungguhnya penghuni surga yang paling bawah kelasnya adalah orang yang mempunyai delapan puluh ribu pelayan dan tujuh puluh dua istri, untuknya dibangun kubah dari mutiara lu’lu’, mutiara yakut dan mutiara zabarjad sejauh antara kota Aljabiyah dengan Shon’a

Demikianlah diantara pasilitas yang disediakan untuk penghuni surga yang paling bawah tentu masih banyak pasilitas-pasilitas yang lain yang tidak mungkin diterangkan satu persatu, dan akhirnya kitapun tidak bisa membayangkan bagaimana keni’matan-keni’matan bagi penghuni surga yang atas, kalau yang paling bawahnya saja sudah selengkap dan seni’mat itu.


Bidadari di Surga


وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا قَالُوا هَذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Dan sampaikan berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat bai, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai didalamnya, setiap mereka diberi rizqi buah-buahan dalam surga itu, mereka mengatakan; inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu, mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka didalmnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal didalamnya (QS : Albaqoroh : 25)


Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam tempat yang aman, yaitu didalam taman-taman dan mata air-mata air, mereka memakai sutra yang halus dan sutra yang tebal, duduk berhadap-hadapan. Demikianlah, dan Kami berikan kepada mereka bidadari-bidadari yang bermata jelita. Dan didalamnya mereka meminta segala macam-buah-buahan dengan (dari segala kekhawatiran), mereka tidak merasakan mati didalmnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka, sebagai karunia dari Tuhanmu, yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar (QS : Addukhon : 51-56)
Didalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik (QS : Arrohman : 70)
Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya, (Kami menciptakan mereka) untuk golongan kanan (QS : Alwaqiah : 35 – 38)


Bidadari yang berasal dari Dunia akan melebihi kecantikannya dari bidadari yang Allah sudah sediakan di surga


.....قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ نِسَاءُ الدُّنْيَا اَفْضَلُ اَمِ الْحُوْرُ الْعِيْنُ ؟ قَالَ : بَلْ نِسَاءُ الدُّنْيَا اَفْضَلُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ كَفَضْلِ الظَّهَارَةِ عَلَى الْبِطَانَةِ . قُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ وَبِمَا ذلِكَ ؟ قَالَ : بِصَلَاتِهِنَّ وَصِيَامِهِنَّ وَعِبَادَتِهِنَّ اللهَ تَعَالَى ، ....
Aku (Ummu Salamah) bertanya : wahai Rosulallah  ! manakah yang lebih baik antara wanita-wanita dunia dan bidadari-bidadari yang bermata jelita ? Rosul menjawab : wanita-wanita dunia lebih baik ketimbang bidadari-bidadari yang bermata jelita sebagaimana bagian luar itu lebih baik daripada bagian dalam, aku berkata : wahai Rosulallah ! apa yang menyebabkan wanita-wanita dunia lebih baik ketimbang bidadari-bidadari yang bermata jelita ? Rosulallah menjawab : yang membuat wanita-wanita dunia lebih baik ketimbang bidadari-bidadari yang bermata jelita adalah ; sholatnya, shaumnya, dan ibadahnya kepada Allah ta’ala ...

Mengingat perempuan yang berasal dari dunia jika ia masuk surga maka kecantikannya akan melebihi bidadari yang ada di surga, artinya bidadari disurga itu ada dua macam, yaitu; bidadari yang berasal dari dunia dan ada juga bidadari yang sudah Allah siapkan disana. Jika ada suami istri masuk surga maka istrinya itu akan lebih cantik dibanding dengan bidadari lainnya yang disediakan untuk suami tersebut. Dan insya Allah si istrinyapun tidak akan merasa benci terhadap bidadari-bidadari itu, karena penghuni surga itu sudah Allah hilangkan rasa bencinya, Allah berfirman :

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ
Dan Kami hilangkan dalam hati-hati mereka dari rasa benci di Surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai .... (QS : Al-‘Arof : 43)


Hubungan seksual Penghuni Surga


Mengingat penghuni surga itu disediakan bidadari-bidadari maka Allah-pun memberikan kekuatan seks terhadap mereka, sebagaimana di terang kan oleh Rosulallah SAW ketika beliau ditanya oleh seorang Shohabat :

يَا رَسُوْلَ اللهِ ، هَلْ نَصِلُ اِلَى نِسَائِنَا فِى الْجَنَّةِ ؟ فَقَالَ : اِنَّ الرَّجُلَ لَيُصِلُ فِى الْيَوْمِ اِلَى مِائَةِ عَذْرَاءَ
Wahai Rosulallah , apakah di surga kita bisa menggauli istri-istri kita ? maka Rosulallah bersabda : sesungguhnya seorang laki-laki di surga sanggup menggauli seratus perawan – perawan muda (HR : Thobroni)

يَا رَسُوْلَ اللهِ ، اَنَفْضِى اِلَى نِسَائِنَا فِى الْجَنَّةِ ؟ قَالَ : اِنَّ الرَّجُلَ لَيُصِلُ فِى الْيَوْمِ اِلَى مِائَةِ عَذْرَاءَ
Wahai Rosulallah ,  apakah di surga kita bisa menggauli istri-istri kita ? maka Rosulallah bersabda : sesungguhnya seorang suami  di surga dalam sehari sanggup menggauli seratus perawan – perawan muda (HR : Tirmidzi)

Demikian kisah singkat berkenaan dengan penghuni surga, insya Allah kitapun yaqin bahwa masih amat banyak keni’matan-keni’matan yang ada disurga selain yang ditulis diatas tadi, karena Allah-pun berfirman :

فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Maka tidak ada seorangpun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam ni’mat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan (QS : Assajdah : 17)

قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ : اَعْدَدْتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِيْنَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ ، وَلَا اُذُنٌ سَمِعَتْ ، وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبٍ بَشَرٍ ، مِصْدَاقُ ذلِكَ فِى كِتَابِ اللهِ (فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا اُخْفِى لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Allah azza wa jalla berfirman : telah Aku siapkan untuk hamba-hamba-Ku yang sholih apa yang tidak pernah dilihat oleh mata dan didengar telinga serta terlintas dalam benak manusia, sebagaimana dibenarkan dalam kitab Allah : (Maka tidak ada seorangpun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam ni’mat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan)

Wallahu ‘alam bishowab

Link Sumber

Penghuni Surga Terendah
















Dari Al-Mughirah bin Syu’bah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

سَأَلَ مُوسَى رَبَّهُ مَا أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً قَالَ هُوَ رَجُلٌ يَجِيءُ بَعْدَ مَا أُدْخِلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ فَيُقَالُ لَهُ ادْخُلْ الْجَنَّةَ فَيَقُولُ أَيْ رَبِّ كَيْفَ وَقَدْ نَزَلَ النَّاسُ مَنَازِلَهُمْ وَأَخَذُوا أَخَذَاتِهِمْ فَيُقَالُ لَهُ أَتَرْضَى أَنْ يَكُونَ لَكَ مِثْلُ مُلْكِ مَلِكٍ مِنْ مُلُوكِ الدُّنْيَا فَيَقُولُ رَضِيتُ رَبِّ فَيَقُولُ لَكَ ذَلِكَ وَمِثْلُهُ وَمِثْلُهُ وَمِثْلُهُ وَمِثْلُهُ فَقَالَ فِي الْخَامِسَةِ رَضِيتُ رَبِّ فَيَقُولُ هَذَا لَكَ وَعَشَرَةُ أَمْثَالِهِ وَلَكَ مَا اشْتَهَتْ نَفْسُكَ وَلَذَّتْ عَيْنُكَ فَيَقُولُ رَضِيتُ رَبِّ قَالَ رَبِّ فَأَعْلَاهُمْ مَنْزِلَةً قَالَ أُولَئِكَ الَّذِينَ أَرَدْتُ غَرَسْتُ كَرَامَتَهُمْ بِيَدِي وَخَتَمْتُ عَلَيْهَا فَلَمْ تَرَ عَيْنٌ وَلَمْ تَسْمَعْ أُذُنٌ وَلَمْ يَخْطُرْ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ قَالَ وَمِصْدَاقُهُ فِي كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ { فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ } الْآيَةَ


“Musa bertanya kepada Rabbnya, “Apa ciri penghuni surga yang paling rendah kedudukannya?” Allah menjawab, “Yaitu orang yang datang setelah semua penghuni surga dimasukkan ke dalam surga.” Lalu dikatakan kepada orang ini, “Masuklah ke surga!” Orang ini menjawab, “Wahai Rabbku, bagaimana mungkin aku bisa masuk, sementara mereka sudah menempati tempat masing-masing dan mengambil bagian mereka?” Maka dikatakan kepada orang ini, “Apakah kamu mau mendapatkan bagian kerajaan seperti seorang raja di antara raja-raja dunia?” Orang itu menjawab, “Aku rela, wahai Rabbku.” Rabb mengatakan, “Itu bagianmu ditambah seperti itu, ditambah seperti itu, ditambah seperti itu,” pada kali kelima, orang itu mengatakan, “Aku rela, wahai Rabbku.” Rabb mengatakan, “Ini bagianmu ditambah sepuluh kali lipatnya. Dan kamu mendapatkan apapun yang kamu inginkan dan matamu menyukainya.” Orang itu mengatakan, “Aku rela, wahai Rabbku.” Musa mengatakan, “(Bagaimana dengan) orang yang paling tinggi kedudukannya?” Rabb menjawab, “Mereka itu, orang pilihan-Ku, kemuliaan mereka di tangan-Ku, dan Aku menutup (kemulian itu), ia belum pernah terlihat mata, belum pernah terdengar telinga dan belum pernah terdetik dalam hati.” Perawi berkata, “Dalilnya terdapat dalam firman Allah, “Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang disembunyikan dari mereka …” sampai akhir ayat. (QS. As-Sajdah: 17). (HR. Muslim no. 189)

Pedoman untuk Bikin Anak Cerdas




1. Jauhi Anak dari Kebiasaan Nonton TV

Sebanyak 30 persen anak-anak di bawah usia 2 memiliki televisi di kamar tidurnya. Dan 59 persen anak-anak berusia di bawah 2 tahun menonton TV dua jam sehari.

Manfaat menonton TV bagi bayi tidak diketahui, namun TV diketahui merusak keterampilan mental dan menyia-nyiakan waktu untuk perkembangan otak yang seharusnya dihabiskan dengan cara berbicara dengan orang lain.
2. Beri anak Air Susu Ibu (ASI)

Anak berusia enam tahun yang diberi ASI terus menerus ketika bayi, skor tes IQ-nya 5 persen lebih tinggi daripada anak 6 tahun yang tidak mendapat ASI.
Kesimpulan ini didasarkan pada penelitian yang diikuti oleh dua kelompok ibu di Belarusia baru dan anak-anaknya.

Hal pertama yang dapat dilakukan seorang Ibu untuk membesarkan anak cerdas adalah dengan cara menyusui. Manusia memiliki persentase lemak lebih besar dibandingkan dengan susu sapi yang dibutuhkan untuk melindungi sel-sel otak.
3. Belajar musik

Anak-anak yang memainkan piano atau alat musik gesek mendapat skor keterampilan verbal 15 persen lebih tinggi daripada anak yang tidak memainkan alat musik.

Penelitian yang menghasilkan pernyataan ini melibatkan siswa dari area musik Boston dan sekolah umum. Usia rata-rata siswa adalah 10 tahun dan beberapa di antaranya pernah belajar musik setidaknya selama tiga tahun.
4. Belajar mengendalikan diri atau sabar

Anak-anak yang mampu menunda kepuasan 15 kali lebih lama daripada teman-temannya dan lebih sabar mendapat skor 210 poin lebih tinggi pada SAT (Scholastic Assessment Test).

Anak-anak yang bisa menunggu 15 menit sebelum makan kue pertama mencetak 210 poin lebih tinggi pada tes SAT nya daripada yang tidak bisa menunggu lebih dari satu menit. Jenius tidak banyak berkaitan dengan IQ, tapi berkaitan dengan fungsi eksekutif.
5. Penuhi rumah dengan buku

Anak yang dibesarkan di sebuah rumah berisi setidaknya 500 buku memiliki kemungkinan lulus SMA 36 persen lebih tinggi dan 19 persen lebih mungkin lulus dari perguruan tinggi daripada anak yang dibesarkan di rumah yang hanya berisi beberapa atau bahkan tidak menyimpan buku.

Orangtua yang suka membaca menunjukkan kepada anak-anaknya bahwa membaca adalah kegiatan yang menarik, menyenangkan, dan bermanfaat.
6. Hindari kegemukan pada anak

Anak gemuk mendapat skor 11 persen lebih rendah pada tes membaca daripada anak dengan berat badan normal.

Ilmuwan di Temple University menemukan siswa sekolah menengah yang mengalami kelebihan berat badan memiliki prestasi lebih rendah daripada teman-teman sebayanya yang memiliki berat badan normal, serta lebih sering tidak masuk dan terlambat datang sekolah.
7. Ikut program prasekolah

Anak yang mengikuti program prasekolah 52 persen lebih mungkin lulus SMA daripada yang tidak mengikuti program prasekolah.

Pada usia 27 tahun, kelompok prasekolah lima kali lebih banyak yang memiliki rumah sendiri daripada kelompok non-prasekolah. Pada usia 40, kelompok non-prasekolah ditangkap atas tuduhan narkoba delapan kali lebih banyak dibandingkan alumni prasekolah, dan dua kali lebih sering melakukan serangan fisik.
8. Perbanyak anak mendengar kosakata baru

Anak-anak dalam keluarga penerima bantuan sosial mendengar kata-kata hampir empat kali lebih sedikit per tahunnya daripada anak-anak dari keluarga kelas profesional.

Para peneliti mengungkapkan bahwa semakin banyak kata-kata yang didengar, semakin besar kosakata dan semakin tinggi prestasi akademik.
9. Belajar bahasa asing

Anak-anak yang mempelajari bahasa asing selama dua tahun mendapat skor SAT 14 persen lebih tinggi daripada anak-anak yang tidak pernah mempelajari bahasa asing.

Nilai verbal siswa yang mempelajari bahasa asing selama empat atau lima tahun lebih tinggi daripada skor verbal siswa yang mempelajari pelajaran lain selama empat atau lima tahun.
10. Batasi permainan game komputer atau video game

Siswa yang menghabiskan lebih dari dua jam sehari bermain komputer dan video game mendapat skor ujian sekolah 9,4 persen lebih rendah daripada siswa yang tidak lagi memainkan game semacam itu.

Bermain videogame berlebihan dapat mengganggu sekolah seperti halnya kegiatan lain yang dilakukan berlebihan semisal membaca untuk kesenangan, bermain di luar, tidur, atau berinteraksi langsung dengan teman dan keluarga.

Kamis, 05 Januari 2012

Renungan dan Motivasi : Ifta Istiany Notes





RENUNGAN : Apa Kata Ikhwan tentang Akhwat ? Apa Kata Akhwat tentang Ikhwan ?



Bismillaahirrahmaanirahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
------------------------------------------------------


Kata si Ikhwan....

WANITA (akhwat ) MEMANG SUSAH DIBUAT "BAHAGIA" !! 
Klo dibilang cantik dikira ..menggoda *soalnyah boong :D
Klo dibilang jelek disangka…menghina,
Klo dibilang lemah… protes,
Klo dibilang perkasa… nangis.

Maunyah emansipasi, tapi disuruh benerin genteng, nolak 
(sambil ngomel masa disamain ama ikhwan).

Maunya emansipasi, tapi disuruh berdiri di bis malah cemberut 
(sambil ngomel,Egois amat sih jadi ikhwan, ga' punya perasaan).

Klo ditanya siapa yang paling dibanggain? kebanyakan bilang…Ibu, Mama, Ummi, Bunda, Emak, dkk..
tapi mengapa yaah ..... lebih bangga jadi wanita karir...??
padahal Ibu, Mama, Ummi, Bunda, Emak, dkk-nya adalah ibu rumah tangga...!!!

Klo kesalahannya diingetin…mukanyah merah..
klo diajarin.. mukanyah merah,
klo disanjung dan dipuji… mukanyah merah,
klo marah.. mukanyah merah..
Tapi kalo liat ikhwan pake mobil mentereng, liat dompetnya tebel…matanya ijo..:D

ditanya yaak ato gak, jawabnya "diem";
ditanya gak' ato yaak, jawabnya "diem";
ditanya yaak ato yaak, jawabnya "diem";
ditanya gak ato gak, jawabnya "diem",
Eh, begitu didiemin malah marah..!!!
(kata si ikhwan: repot kita, disuruh jadi dukun yang bisa nebak jawabannya..:D).

Dibilang ceriwis…marah,
dibilang berisik…ngambeg,
dibilang bawel…tersinggung,
tapi kalau dibilang S u p e l
wadow seneng banget...padahal sama ajah maksudnya..;D

Dibilang gemuk , ga' senang (padahal maksudku sehat gitu lho)

dibilang kurus malah seneng (padahal maksud aku "ngapa lu jadi begini !!!", untung bukan cacingan yee)

Itulah WANITA.. makin si ikhwan bingung makin senang dia ! 
Karena pada dasarnya semua wanita INGIN DIMENGERTI tanpa DIMINTA !


Dan Kata si Akhwat...

Ikhwan (Pria) itu emang susah...

Klo dibaekin, ntar dia pikir kita jatuh cinta..
Klo kita cuek, ntar dibilang sombong...

Klo pake baju bagus, ntar dia pikir kita lagi menggoda. .
Klo ngggak-pake-baju-bagus, ntar kita dibilang kampungan..
Kalo-gak-pake-baju…..hadoowwwhhhh…

Kalo kita pake jilbab lebar, dia bilang…Josh ( Jomblo situ yach…:D )
Kalo pake baju minim..matanya jelalatan..( hehe 1 sama kita bung )


Klo debat nih yaa, dia bilang kita keras kepala.
Klo kite diem, dia bilang kita gak punya otak.

Klo kita lebih pinter daripada dia, dia bakalan kehilangan muka..*wew, serem amat yaah..mukanyah ilang ..
Klo dia lebih pinter, dia bilang dia paling hebat.

Klo kita nggak cinta ama dia, dia bakalan berusaha ngedapetin kita.
Klo kita cinta ama dia, dia bakalan ninggalin kita..*hiks...lebay

Klo kita ngasih tau masalah kita, dia bilang kita nyusahin.
Klo nggak ngasih tau, dia bilang kita gak percaya ama mereka.


Klo kita cerewet, ntar dibilang mirip nenek-nenek..
Tapi klo dia yang cerewet ke kita, dia bilang itu karena dia perhatian.

Klo kita melanggar janji, berarti kita gak bisa dipercaya.
Klo dia yang ingkar janji, dia lakuin itu gara2 terpaksa… *bisa diterima gak nih?.

Klo kita nyakitin mereka, kita dibilang perempuan kejam..
Tapi klo dia yang nyakitin kita, itu gara2 kita terlalu sensitif dan
terlalu sulit untuk dibuat bahagia !!!!!



Well.... it's true..!!!!
Nggak percaya? coba aja...heheh
Moga2 banyak hikmah yang bisa kita ambil...
+ terus memperbaiki diri..pada dasarnyah..laki2 dan perempuan diciptakan untuk saling melengkapi... 


Barakallahufikum..semoga bermanfaat
Jabat erat dan salam hangat,
Wassalamualaikum

Mutiara Muslimah Sejati


WANITA SHOLEHAH



Sabar itu Indah






Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Sahabat saudaraku fillah..sesungguhnya ciri sabar dapat dilihat dari sikap seseorang ketika awal terjadinya suatu musibah, masalah, atau cobaan lainnya.


"Sabar itu hanya pada goncangan yang pertama." (HR. Bukhari dan Muslim)




Ciri sabar yang lainnya ialah seseorang yang dapat menenangkan anggota tubuh dan lidahnya ketika tertimpa musibah, masalah ataupun cobaan lainnya. Sebagian orang bijak berkata, 




"Hai jiwa yang terguncang, engkau tidak bisa mengembalikan apa yang sudah lepas dari tangan. Namun, ringankanlah rasa kecewamu."


Saudaraku...Sabar itu indah, lembut, enak didengar, enak diucapkan dan menyejukkan hati... 




Kesabaran itu tanpa batas karena kalau dibatasi hilanglah kesabaran itu..




Sesungguhnya kesabaran bukan hanya terhadap penderitaan dan ujian, lebih dari itu sabar juga berarti taat dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya..


Sabar bukanlah berarti berdiam diri atas keadaan yang menimpa. Sabar bisa berarti kita berusaha mencari jalan keluar atas masalah yang ada disertai dengan do’a dan ikhtiar yang maksimal, mengenai hasilnya kita pasrahkan kepada Allah.


Saudaraku..sesungguhnya sabar memiliki makna yang luas..


~ Jika menghadapi musibah harus berSABAR dengan LAPANG DADA yang kebalikannya adalah KELUH KESAH..


~ Jika hidup berkecukupan harus berSABAR dengan ZUHUD yang kebalikannya adalah BOROS dan SERAKAH..


~ Jika hidup dalam kekurangan harus berSABAR dengan IKHTIAR dan QANAAH yang kebalikannya adalah MALAS dan KUFUR NIKMAT


~ Jika menghadapi peperangan harus berSABAR dengan BERANI yang kebalikannya adalah TAKUT ..


~Jika sedang marah harus berSABAR dengan LEMAH LEMBUT yang kebalikannya adalah EMOSIONAL dan BERHATI KASAR..


Saudaraku..maka bersabarlah atas apa yang menimpa diri karena sesungguhnya janji Allah itu benar.


"Dan sesungguhnya, Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. An-Nahl : 96)


"Sesungguhnya, hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS. Az-Zumar : 10)


"Tidaklah seseorang diberi karunia yang lebih baik dan lebih luas, selain dari kesabaran." (HR. Bukhari dan Muslim)


Demikianlah saudaraku..semoga untaian ini bermanfaat.




*.•*`*•. (`'•.¸* ¸.•'´) .•*´*•.*






Sahabat saudaraku fillah..Silahkan di Tag/Share….Semua untuk Umat dan Syiar Islam. Silahkan saling bantu Tag sahabat-sahabat yang lain, Kunjungi page kami dan klik ''Like/Suka'' untuk bergabung sehingga bisa menandai catatan buat diri sendiri dan yang lain. 




❀ Jazzakumullahu khayran wa Barakallahu fiikum.❀ 

BIDADARI BERMATA BENING MENCARI CINTA ILLAHI



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..


== AKAL ==

1. Kekayaan yang paling besar adalah akal.

2. Akal ( kecerdasan ) tampak melalui pergaulan, sedangkan kejahatan seseorang diketahui ketika dia berkuasa.

3. Akal adalah raja, sedangkan tabiat adalah rakyatnya. Jika akal lemah untuk mengatur tabiat itu, maka akan timbul kecacatan padanya.

4. Akal lebih diutamakan daripada hawa nafsu karena akal menjadikanmu sebagai pemilik zaman, sedangkan hawa nafsu memperbudakmu untuk zaman.

5. Makanan pokok tubuh adalah makanan, sedangkan makanan pokok akal adalah hikmah. Maka, kapan saja hilang salah satu dari keduanya makanan pokoknya, binasalah ia dan lenyap.

6. Duduklah bersama orang-orang bijak, baik mereka itu musuh atau kawan. Sebab, akal bertemu dengan akal.

7. Tidak ada harta yang lebih berharga daripada akal.

8. Pertalian yang paling berharga adalah akal yang berpasangan dengan kemujuran.

9. Adab adalah gambaran dari akal

10. Jika akal dibiarkan menjadi kendali, tidak tertawan oleh hawa nafsu, atau melampaui batas agama, atau fanatik terhadap nenek moyang, niscaya hal itu akan mengantarkan pelakunya pada keselamatan.

11. Jika engkau hendak menutup sebuah kitab, maka hendaklah engkau teliti kembali kitab itu. Karena sesungguhnya yang kau tutup adalah akalmu.

12. Jika Allah hendak menghilangkan nikmat dari seorang hambaNya, maka yang pertama kali diubah dari hambaNya itu adalah akalnya.

13. Akal adalah naluri, sedangkan yang mengasuhnya adalah berbagai pengalaman.

14. Akal adalah buah pikiran dan pengetahuan yang sebelumnya tidak diketahui.

15. Ruh adalah kehidupan badan, sedangkan akal adalah kehidupan ruh.

16. Akal adalah rekaman terhadap berbagai pengalaman.

17. Rasulmu adalah juru terjemah akalmu.

18. Pahamilah kabar jika kalian mendengarnya dengan akal yang penuh dengan pemahaman, bukan akal yang sekedar meriwayatkan. Sesungguhnya periwayat ilmu banyak jumlahnya, sedangkan yang memahaminya sedikit.

19. Orang yang berakal bersaing dengan orang-orang saleh agar dapat menyusul mereka, dan dia ingin sekali dapat berserikat dengan mereka karena kecintaannya terhadap mereka, meskipun amalnya tidak mampu menyamai mereka.

20. Orang berakal, jika berbicara dengan suatu kalimat, maka ikut bersamanya hikmah dan nasehat.

21. Orang yang paling bijak akalnya dan yang paling sempurna keutamaannya adalah yang mengisi hari-harinya dengan perdamaian, bergaul dengan saudara-saudaranya dengan rekonsiliasi, dan menerima kekurangan zaman.

22. Tidaklah patut bagi orang yang berakal kecuali berada dalam salah satu dari dua kondisi ini, yaitu berada dalam cita-cita yang paling tinggi untuk mencari dunia, atau berada dalam cita-cita yang paling tinggi untuk meninggalkannya.

23. Tidaklah layak bagi seorang yang berakal untuk menuntut ketaatan orang lain (terhadapnya), sedangkan ketaatannya terhadap dirinya sendiri ditolak.

24. Orang yang berakal adalah orang yang mencurigai pendapatnya sendiri dan tidak mempercayai apa yang dipandang baik oleh dirinya.

25. Orang yang berakal adalah yang menjadikan pengalaman-pengalaman (hidup) sebagai nasehat baginya.

26. Sesungguhnya perkataan-perkataan orang berakal, jika benar, maka ia adalah obat; namun jika salah, maka ia adalah penyakit.

27. Permusuhan orang-orang pintar adalah permusuhan yang paling berat dan paling berbahaya karena ia hanya terjadi setelah didahului dengan hujah dan peringatan, dan setelah tidak mungkin lagi ada perdamaian di antara keduanya.

28. Sesungguhnya sesuatu yang tidak disukai (kesialan) memiliki batas yang pasti akan berakhir. Oleh karena itu, seseorang yang berakal hendaknya bersikap tenang sampai kesialan itu hilang (berlalu dengan sendirinya). Sebab, menghindar darinya sebelum habis waktunya hanya akan menambah kesialannya.

29. Orang yang paling disukai oleh orang berakal adalah musuhnya juga berakal. Sebab, jika musuhnya itu berakal, maka dia akan merasa aman dari kejahatannya.

30. Celaan orang-orang yang berakal lebih berat daripada hukuman seorang penguasa.

31. Permulaan pendapat orang berakal adalah akhir pendapat orang bodoh.

32. Bagi orang yang berakal, hidup dalam kesusahan bersama orang-orang berakal lebih disenangi daripada hidup dalam kelapangan bersama orang-orang bodoh..


(Ali bin Abi thalib r.a.)


Salam santun dan keep istiqomah.